Cerita Sex – ML Dengan Miranda Gadis Muda Bispak

12433 views

Cerita Sex – ML Dengan Miranda Gadis Muda Bispak | Kau gadisku yang cantik, coba lihat aku di sini, disini ada aku yang sayang padamu…Aku begitu terkejut mendengarkan seorang nyonya yang begitu alim, lugu dan tertutup akhirnya menjadi sangat ‘terbuka’.“Maksudku, apa mereka suka melakukannya denganku” tanyanya.

 

“Oh ya”, aku meyakinkannya.

“Aku sangat yakin kalau kamu serasa bagaikan seorang perawan bagi mereka”.

“Maksudku, aku tak ingin mereka menganggap aku seorang yang… Kamu tahu, aku sama sekali tak punya pengalaman dalam hal ini”. Katanya.

Cerita Sex – ML Dengan Miranda Gadis Muda Bispak

Aku tertawa lagi dan mengatakan padanya kalau mereka akan rela melewati rintangan apapun hanya untuk dapat menikmati kemaluannya yang rapat itu lagi. Wajahnya kembali bersemu merah dan bertanya padaku bagaimana aku bisa bersama mereka sepanjang waktu. Kukatakan padanya bahwa mereka adalah pasangan bercintaku dalam setahun belakangan ini dan kemaluanku tak bisa menampung kemaluannya Rendra waktu pertama kali, tapi sekarang Rendra dapat memasukkannya dengan lancar.

“Tapi bagaimana dengan suamimu?” tanyanya keheranan.

“Apakah dia tak merasakan perbedaannya dalam dirimu?”.

“Dia tak pernah menanyakan hal itu, tapi aku tahu dia pasti tak merasakannya. Begini, dia tetap rutin menggauliku”.

“Apakah mereka.., mm.. Maksudku para pria mau datang hari ini, mungkin sekedar untuk minum secangkir kopi”. Dengan cepat dia bertanya.

“Ya, pasti mereka mau,” kataku.

“Tapi suamiku Teddy akan pulang sekitar jam empat sore nanti”. Aku mengamati reaksinya, wajahnya tertunduk dengan mata menatap lantai.

“Tapi kita bisa datang ke rumahmu dan aku tinggal menulis pesan untuk suamiku kalau aku sedang pergi belanja atau arisan apalah sama kamu. Bukankah katamu suamimu sedang keluar kota untuk beberapa hari sekarang ini?” kataku menghiburnya.

“Oh ya, tentu kita bisa melakukannya” jawabnya dengan nada gembira.

“Apa kamu akan menelepon mereka?”.

Dia benar-benar tak sabar dan ingin segara melakukannya. Tak mungkin lagi untuk menolaknya..

“Aku akan menelpon mereka sekarang,” kataku, melihatnya duduk di kursi. Tangannya meremas pegangan kursi dengan kuat.

*****

Cerita Sex – ML Dengan Miranda Gadis Muda Bispak | Miranda segara pulang ke rumahnya untuk mandi. Aku melakukan hal yang sama dan mengatakan padanya akan langsung menelponnya begitu Rendra dan Frankie tiba nanti. Aku tak sabar untuk melihat reaksinya nanti saat melihat Anjay datang bersama kami.

Para pria datang kira-kira satu jam kemudian. Kami membuat sedikit rencana untuk’aksi’ nanti. Frankie dan aku akan datang duluan dan Rendra beserta Anjay menyusul sejam kemudian.

Kami berangkat ke rumah Miranda dan mendapat sambutan yang hangat, dia kemudian memintaku untuk membantunya di dapur. Roknya yang lebar dan panjang berayun ke depan dan belakang di sela sela pinggangnya saat aku mengikutinya dari belakang.

“Mana Rendra” tanyanya.

“Dia akan segera datang, kira-kira se-jam-an lagi deh” kataku padanya.

“Dia tertahan oleh pekerjaannya”.

Miranda menuangkan anggur yang kubawakan dari rumah untuk kami, tentu saja di rumahnya tak mungkin ada persediaan anggur. Suaminya tak akan mengijinkan hal itu. Kami pergi ke ruang keluarga dan mengobrol di sana. Setelah lebih dari 45 menitan, aku minta pada Miranda untuk menunjukkan suasana rumahnya pada Frankie. Aku dapat mendengarnya saat dia menunjukkan ruang bawah tangga dan mereka berdua menaiki tangga untuk melihat kamar tidur utama.

Seperti yang direncanakan, aku menemui Rendra dan Anjay sebelum mereka membunyikan bel.

“Mereka di atas” kataku menjelaskan.

“Sudah lebih dari 45 menit yang lalu”.

Kami bergandengan dan bergelak pelan layaknya pencuri berjalan keatas menuju ke kamar tidur utama. Pintunya tidak dikunci dan sedikit terbuka sehingga kami dapat menyaksikan pemandangan paling sexy yang kusaksikan hari ini.

Cerita Sex – ML Dengan Miranda Gadis Muda Bispak | Miranda sedang bertumpu pada kedua siku dan lututnya di ujung tempat tidur, pantatnya mendongak tinggi, desahannya terdengar pelan. Roknya tersingkap hingga pinggang, kepalanya membelakangi kami, rata dengan kasur. Celana dalamnya tergeletak begitu saja pada lantai di dekat tempat tidur. Frankie berlutut, wajahnya terkubur dalam pantat Miranda, menjilat dengan kuat pada klitorisnya yang basah hingga lubang duburnya. Aroma sexual memenuhi seluruh ruangan. Dan yang lebih tabu lagi, semua itu dilakukannya di rumahnya sendiri, bahkan di atas ranjang yang pastinya selalu dijaga kesuciannya oleh suaminya!!

Rupanya Miranda telah berubah menjadi seseorang yang berbeda sama sekali saat sisi ‘gelapnya’ terkuak. Dia telah mempersetankan segala aturan dan larangan yang selama ini mendoktrinnya..

“Wuu-huu” teriak Rendra,

“Saatnya pesta”.

Miranda segera bangkit menyingkirkan Frankie dari kemaluannya. Kepalanya menatap lurus ke arah kami dan menatap kami bertiga satu persatu.

“Oh Tuhanku” katanya.

“Miranda, ini Anjay teman baru kita” aku menjelaskan padanya.

“Dia hitam sekali”.

“Ya, dia seorang Ambon” sambungku.

“Waah.. Apa nih yang sedang dilakukan Frankie? Kelihatannya menggairahkan bagiku”.

“Apa Nyong Ambon mencumbu kemaluan?” aku tanya pada Anjay dengan pandangan menggoda.

“Itu salah satu favoritku sayang” jawabnya kembali.

Dengan cepat kulepaskan pakaianku kemudian menarik rok Miranda melewati kepalanya memperlihatkan payudaranya yang kini berayun bebas.

“Wah, Miranda nggak pake BH hari ini” kataku, mengagumi putingnya yang sudah mengeras karena terangsang.

Frankie menarik Miranda ke posisi semula dan aku bergabung dengan mereka bersamaan dengan Anjay yang menjelajahi belahan pantatku dengan lidahnya dan mulai mencumbui kemaluanku. Rendra tak mau menyia-nyiakan waktu dan langsung mengincar bibirku, menyodorkan kemaluannya yang baru setengah ereksi ke bibirku. Dalam posisi seperti ini aku dapat memasukkan seluruh bagian kemaluannya ke dalam mulutku, dan erangan kenikmatan keluar dari mulutnya menyuarakan apa yang tengah dirasakannya.

Teriakan Miranda jadi bertambah keras, aku tahu letupan orgasme akan segera menyongsongnya dan aku segera mempermainkan putingnya dengan jariku begitu dia mencapai orgasme pertamanya di wajah Frankie. Dia sungguh sangat cantik saat sedang dilanda orgasme!! Kepala ranjang menjadi bergoyang maju mundur begitu Frankie memompa kemaluannya dengan kemaluannya.

Kulepaskan mulutku dari kemaluan Rendra dan memberi semangat pada Frankie agar menyetubuhi jiwa dan raganya. Ini membuat Frankie menjadi lebih terbakar lagi gairahnya, dan memuji Miranda betapa ketat dan basah kemaluannya dan dia akan segera mengisinya dengan sperma panasnya. Setelah beberapa menit, dia berteriak dan melepaskan spermanya dalam kemaluan Miranda.

Aku mengarahkan kepala Miranda pada batang kemaluan Rendra dan dia mulai menjilatinya ke atas dan ke bawah. Aku menghampiri Frankie yang sedang berbaring istirahat di tepi ranjang dan segera membersihkan kemaluannya dari sisa spermanya yang bercampur dengan cairan kewanitaan Miranda menggunakan mulutku. Anjay langsung memanfaatkan situasi ini untuk segera melesakkan kemaluan hitamnya ke kemaluan Miranda.

Dia kelihatan seperti akan protes pada awalnya saat kemaluan hitam Anjay menerobos masuk ke dirinya dan langsung mengerang begitu kemaluan Anjay telah menyentuh dinding rahimnya. Anjay segera membuat gerakan memacu, mengocok kemaluannya yang segera saja mengantarkan Miranda pada gerbang orgasme keduanya, sebuah klimaks yang panjang. Wajahnya mengekspresikan perpaduan antara rasa sakit dan kenikmatan tiada tara.

Seiring dengan Miranda yang tengah menikmati ledakan orgasmenya, aku tarik Anjay dari tubuh Miranda, kemaluan hitam panjangnya nampak berkilat berkilauan oleh cairan Miranda. Rendra menarik Miranda, memeluknya dalam dekapan dadanya. Menghisap dan menggigit puting Miranda kemudian menempatkan kemaluannya dalam kemaluan Miranda yang telah kosong. Miranda menurunkan pantatnya perlahan memasukkan kemaluan Rendra yang ukurannya masih terlalu besar baginya, hingga akhirnya dapat tertampung masuk seluruhnya. Dia mulai menaik turunkan pantatnya di atas tubuh Rendra. Lenguhan nikmatnya bergema di seluruh sudut kamar. Rendra memegang erat pinggangnya menarik turun tubuhnya, beradu dengan tubuhnya sendiri hingga mengekspose belahan pantat Miranda pada Rendra.

Aku mengambil Baby Oil dari kamar mandi Miranda dan melumurkannya pada batang kemaluan Anjay. Anjay memposisikan dirinya di belakang Miranda dan mulai memaksakan kemaluannya untuk masuk dalam lubang dubur Miranda yang masih perawan. Dia berteriak memohon jangan dan tidak berulang ulang, mencoba melepaskan diri dari kemaluan Anjay di belakangnya.

Rendra mendekapnya erat dalam pelukannya, tangannya melingkar erat di pinggang Miranda. Anjay kini mulai dapat memasukkan kepala kemaluannya ke dalam lubang dubur Miranda dan menekan perlahan lebih ke dalam. Miranda nyaris berteriak keras begitu Anjay akhirnya berhasil memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam lubang duburnya. Bersamaan dengan kemaluan Rendra di dalam kemaluan Miranda, Anjay mulai mengayun maju mundur kemaluannya dalam lubang dubur Miranda dengan variasi dangkal dalam menyebabkan Miranda langsung mendongakkan kepalanya ke atas. Anjay menggeram hebat begitu spermanya menyembur dalam dubur Miranda.

Frankie tiba-tiba menggantikan posisi Anjay dan segera meggasak kembali lubang dubur Miranda, sperma Anjay meleleh keluar dari lubang dubur Miranda begitu Frankie melesakkan kemaluannya ke dalam. Dia juga tak sanggup bertahan lama dan dalam menit berikutnya menanamkan kemaluannya dalam dalam, mencengkeram dan memukul bongkahan pantat Miranda, menariknya rapat-rapat menempel erat dengan tubuhnya. Pinggangnya bergerak cepat maju mundur mengiringi pengisian lubang dubur Miranda dengan spermanya lebih banyak lagi.

Rendra mengeluarkan kemaluannya dan mengincar lubang dubur Miranda sebagai pelepasan terakhir juga. Untuk 10 menit ke depan Rendra menggoyang Miranda dari belakang. Aku mendekati Miranda dan menarik rambutnya ke belakang membuat wajahnya menengadah keatas. Langsung kuberi dia ciuman yang panjang dan dalam. Kemudian menyodorkan kemaluanku ke depan wajah, hidung dan mulutnya. Kupegang kepalanya dan mendekatkannya pada bibir kemaluanku, melingkarkan kedua pahaku pada lehernya memaksanya untuk membenamkan mulut dan lidahnya lebih dalam lagi pada kemaluanku dengan tanganku yang mengendalikannya dari belakang kepalanya.

Dan meledaklah orgasmeku. Secara refleks, kuhimpit kuat-kuat kepalanya dengan kedua belah pahaku, menekan ke depan pantatku agar semakin dalam wajahnya tenggelam dalam kemaluanku. Aku menggeram hebat. Tubuhku mengejang ngejang untuk beberapa saat, lalu lemas menyelubungiku. Miranda segera menarik kepalanya dari jepitan kedua pahaku seperti orang yang kehabisan nafas, Rendra mendekatkan kepalanya ke arah kemaluanku dan langsung menghisap habis cairan kenikmatanku, membuat wajahnya belepotan karenanya.

Anjay dan Frankie mengocok batang kemaluan mereka saat Rendra berteriak bahwa orgasmenya sudah dekat di dalam lubang dubur Miranda. Rendra menarik keluar kemaluannya dari dubur Miranda dan segera mengocoknya di depan wajah Miranda. Teriakan Rendra mengiringi tembakan spermanya pada wajah, pipi dan mulut Miranda yang terbuka menunggu.

Detik berikutnya Anjay sudah berada diantara paha Miranda dan bersiap untuk memasukkan batang kemaluannya dalam kemaluan Miranda yang sudah sangat basah. Berdiri di ujung tempat tidur, dia memegangi kedua tumit kaki Miranda dan mulai menggoyang Miranda kembali. Bibir tengah kemaluannya mencengkeram erat sekeliling batang kemaluan Anjay seiring tiap hentakan, kelentitnya ikut terdorong masuk begitu Anjay menekan masuk kemaluannya. Orgasme Miranda berkesinambungan, Anjay menggeram keenakan. Frankie kemudian melumuri payudara dan perut Miranda dengan spermanya.

Anjay tidak mengendorkan gerakannya sampai pada saat kemaluannya terasa akan meledak oleh dorongan spermanya, dan akhirnya meyirami rahim Miranda dengan guyuran sperma panasnya. Miranda berbaring telentang dengan kaki yang masih terpentang lebar. Sperma melumuri sekujur tubuhnya, dan meleleh keluar dari kedua lubang bawahnya. Para pria mengoles oleskan kemaluan mereka yang basah pada wajah Miranda. Sedangkan aku juga telah mendapatkan lagi orgasmeku sendiri dengan permainan jari tanganku.

Aku pandangi Miranda, lalu mulai menjilat dan mengisap membersihkan sekujur tubuhnya dari sisa-sisa sperma. Tangannya membelai rambutku saat aku membersihkan sperma para pria yang masih tertinggal pada kemaluannya.

Aku kenakan kembali pakaianku secepat aku melepasnya tadi dan bilang pada mereka kalau aku tak dapat tinggal lebih lama lagi dan harus segera pulang karena suamiku sedang ada di rumah sekarang.

*****

Aku terbangun keesokan harinya, segera ke rumah Miranda begitu suamiku berangkat ke kantor. Aku harus mencari tahu tentang semua kejadian semalam..

TAMAT

Tags: #cerita dewasa #CERITA DEWASA 2016 #CERITA MESUM #cerita ML #CERITA NGENTOT #cerita seks #CERITA SEX #DAUN MUDA #selingkuh #TERBARU 2016

Agen Betting Terpercaya Agen Betting Terpercaya

Tinggalkan pesan "Cerita Sex – ML Dengan Miranda Gadis Muda Bispak"

Penulis: 
    author